Sabtu, 16 Maret 2019

Metode Penelitian Kualitatif [ Pendekatan Fenomenologi ]

Pendekatan Fenomenologi

Hasil gambar untuk fenomenologi

        Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, Phainoai, yang berate “ menampak” dan Phainomenon merujuk pada yang menampak. Istilah fenomenologi diperkenalkan oleh Johann Heirinckh. Meskipun demikian pelopor aliran fenomenologi adalah Edmund Husserl. Jika dikaji lagi Fenomenologi itu berasal dari phenomenon  yang berarti realitas yang tampak. Dan logos yang berarti ilmu. Jadi fenomenologi adalah ilmu yang berorientasi untuk mendapatkan penjelasan dari realitas yang tampak.

       Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Fenomenologi dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji dan peneliti bebas untuk menganalisi data yang diperoleh.

       Menurut Creswell (1998), Pendekatan fenomenologi menunda semua penilaian tentang sikap yang alami sampai ditemukan dasar tertentu. Penundaan ini biasa disebut epoche (jangka waktu). Konsep epoche adalah membedakan wilayah data (subjek) dengan interpretasi peneliti. Konsep epoche menjadi pusat dimana peneliti menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang fenomena untuk mengerti tentang apa yang dikatakan oleh responden.

       Metode Fenomenologi, menurut Polkinghorne (Creswell,1998) Studi fenomenologi menggambarkan arti sebuah pengalaman hidup untuk beberapa orang tentang sebuah konsep atau fenomena. Orang-orang yang terlibat dalam menangani sebuah fenomena melakukan eksplorasi terhadap struktur kesadaran pengalaman hidup manusia. Sedangkan menurut Husserl (Creswell, 1998) peneliti fenomenologis berusaha mencari tentang hal-hal yang perlu (esensial), struktur invarian (esensi) atau arti pengalaman yang mendasar dan menekankan pada intensitas kesadaran dimana pengalaman terdiri hal-hal yang tampak dari luar dan hal-hal yang berada dalam kesadaran masing-masing berdasarkan memori, image dan arti.

Gambar terkait

       Tujuan dari fenomenologi, seperti yang dikemukakan oleh Husserl, adalah untuk mempelajari fenomena manusia tanpa mempertanyakan penyebabnya, realitas yang sebenarnya, dan penampilannya. Husserl mengatakan, “Dunia kehidupan adalah dasar makna yang dilupakan oleh ilmu pengetahuan.” Kita kerap memaknai kehidupan tidak secara apa adanya, tetapi berdasarkan teori-teori, refleksi filosofis tertentu, atau berdasarkan oleh penafsiran-penafsiran yang diwarnai oleh kepentingan-kepentingan, situasi kehidupan, dan kebiasaan-kebiasaan kita. Maka fenomenologi menyerukan zuruck zu de sachen selbst (kembali kepada benda-benda itu sendiri), yaitu upaya untuk menemukan kembali dunia kehidupan.

       Terdapat dua garis besar di dalam pemikiran fenomenologi, yakni fenomenologi transsendental sepeti yang digambarkan dalam kerja Edmund Husserl dan fenomenologi sosial yang digambarkan oleh Alfred Schutz. Menurut Deetz (Ardianto,dkk, 2007:127) dari dua garis besar tersebut (Husserl dan Schutz) terdapat tiga kesamaan yang berhubungan dengan studi komunikasi, yakni pertama  dan prinsip yang paling dasar dari fenomenologi – yang secara jelas dihubungkan dengan idealism Jerman – adalah bahwa pengetahuan tidak dapat ditemukan dalam pengalaman eskternal tetapi dalam diri kesadaran individu.  Kedua, makna adalah derivasi dari potensialitas sebuah objek atau pengalaman yang khusus dalam kehidupan pribadi. Esensinya, makna yang beraal dari suatu objek atau pengalaman akan bergantung pada latar belakang individu dan kejadian tertentu dalam hidup.Ketiga, kalangan fenomenolog percaya bahwa dunia dialami – dan makna dibangun – melalui bahasa. Ketiga dasar fenomenologi ini mempunyai perbedaan derajat signifikansi, bergantung pada aliran tertentu pemikiran fenomenologi yang akan dibahas

Jumat, 15 Maret 2019

Program Magister Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang

Program Magister Ilmu Komunikasi 


Hasil gambar untuk s2 Stisipol Candradimuka palembang

       
        Tahun ini STISIPOL Candradimuka Palembang resmi membuka pendaftaran untuk  Pasca Sarjana Khusus jurusan Ilmu Komunikasi yaitu Jurusan Komunikasi Politik dan Corporate&Marketing Communication. Persiapan pun sudah hampir rampung semua dan para dosen-dosen pengajar pun sangat berpengalaman, untuk pendaftaran dikenakan biaya Rp 400.000 dan untuk info lebih lengkap tentang pendaftaran dapat langsung datang ke PMB STISIPOL Candradimuka Palembang yang bertempat di Sekip Ujung, Jl. Swadaya, Talang Aman, Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30164. 


Hasil gambar untuk s2 Stisipol Candradimuka palembang

       Sebelum memiliki Program Magister Ilmu Komunikasi, STISIPOL pun telah memiliki jurusan Ilmu Komunikasi untuk S1 yang sudah terakreditasi B besar, bukan hanya program Magister saja yang sedang menerima mahasiswa baru namun S1 Ilmu Komunikasi pun sedang menerima pendaftaran dengan jadwal yang sangat fleksibel untuk para karyawan yang hendak kuliah sambil bekerja, jadi apa lagi yang harus di pikirkan, langsung saja datang dan penuhi semua syarat pendaftaran agar kalian jadi bagian dari STISIPOL Candradimuka.


Kamis, 14 Maret 2019

Metode Penelitian Kualitatif [ Pendekatan Naratif ]

Pendekatan Naratif

Hasil gambar untuk penelitian naratif

        naratif (narrative) muncul dari kata to narrate yang artinya menceritakan atau mengatakan (to tell) suatu cerita secara detail. Dalam desain penelitian naratif, peneliti mendeskripsikan kehidupan individu, mengumpulkan, mengatakan cerita tentang kehidupan individu, dan menuliskan cerita atau riwayat pengalaman individu tertentu. Jelasnya, penelitian naratif berfokus pada kajian seorang individu.

Menurut Webster dan Metrova, narasi (narrative) adalah suatu metode penelitian di dalam ilmu-ilmu sosial. Inti dari metode ini adalah kemampuannya untuk memahami identitas dan pandangan dunia seseorang dengan mengacu pada cerita-cerita (narasi) yang ia dengarkan ataupun tuturkan di dalam aktivitasnya sehari-hari.

Menurut Daiute & Lightfoot (2004) dalam Carswell (2007) penelitian naratif mempunyai banyak bentuk dan berakar dari disiplin (ilmu) kemanusiaan dan sosial yang berbeda. Naratif bisa berarti tema yang diberikan pada teks atau wacana tertentu, atau teks yang digunakan dalam konteks atau bentuk penyelidikan dalam penelitian kualitatif (Chase, 2005).

Struktur Naratif

Teknik nya sama dengan Story Telling yaitu dengan cara penguraian dan membuat batas-batas fiksi jurnalisme dan laporan akademis, berikut beberapa bentuk penelitian naratif:

1. Menggunakan pendekatan kronologis seperti menguraikan peristiwa demi peristiwa dibentangkan secara perlahan mengikuti proses waktu ,ketika menjelaskan subyek studi mengenai budaya saling-berbagi di dalam kelompok, narasi kehidupan seseorang atau evolusi sebuah program atau sebuah organisasi.

2. Menyempitkan dan memfokuskan pembahasan. Laporan juga bisa seperti pendeskripsian berbagai kejadian, berdasarkan tema-tema atau persepektif tertentu. Gaya naratif, dari studi kualitatif bisa juga mengerangkakan sosial tipikal keseharian hidup seseorang dari sosok individu atau kelompok.

Tipe Kajian Naratif

   Jika seorang peneliti berencana melaksanakan kajian naratif maka ia perlu mempertimbangkan tipe kajian naratif yang akan dilaksanakannya. Pendekatan pertama yang digunakan dalam penelitian naratif adalah membedakan tipe penelitian naratif melalui strategi analisis yang digunakan oleh pengarang (Creswell,2007).

Polkinghorne dalam Cresswell menyebutkan strategi tersebut menggunakan paradigma berpikir untuk menghasilkan deskripsi tema yang menggenggam sekaligus melintasi cerita atau sistem klasifikasi tipe cerita. Analisis naratif ini menekankan peneliti untuk mengumpulkan deskripsi peristiwa atau kejadian dan kemudian mengkonfigurasikannya ke dalam cerita menggunakan sebuah alur cerita (plot).

Pendekatan kedua menekankan pada ragam bentuk yang ditemukan dalam praktik-praktik penelitian naratif. Kajian biografi adalah bentuk kajian naratif di mana peneliti menulis dan mencatat pengalaman kehidupan seseorang. Autobiografi ditulis dan dicatat oleh individu sebagai subjek kajian. Sejarah hidup memotret seluruh kehidupan seseorang. Cerita pengalaman seseorang adalah kajian naratif terhadap pengalaman personal seseorang yang ditemukan dalam episode majemuk atau tunggal, situasi pribadi, atau cerita rakyat komunal. Sejarah lisan terdiri dari kumpulan refleksi personal terhadap kejadian dan sebab akibat kejadian tersebut dari satu atau beberapa individu. Kajian naratif bisa jadi memiliki fokus kontekstual yang spesifik, seperti guru atau murid di kelas, cerita tentang organisasi, atau cerita yang diceritakan tentang organisasi.

Gambar terkait

Langkah-langkah penelitian naratif

Langkah-langkah melaksanakan penelitian kualitatif (Clandinin dan Connelly, 2000) adalah sebagai berikut:

1.  Menentukan problem penelitian atau pertanyaan terbaik yang tepat untuk penelitian naratif. Penelitian naratif adalah penelitian terbaik untuk menangkap cerita detail atau pengalaman kehidupan terhadap kehidupan tunggal atau kehidupan sejumlah individu.

2. Memilih satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalaman kehidupan untuk diceritakan, dan menghabiskan waktu (sesuai pertimbangan) bersama mereka untuk mengumpulkan cerita mereka melalui tipe majemuk informasi.

3. Mengumpulkan cerita tentang konteks cerita tersebut

4. Menganalisa cerita partisipan dan kemudian restory (menceritakan ulang) cerita mereka ke dalam kerangka kerja yang masuk akal. Restorying adalah proses organisasi ulang cerita ke dalam beberapa tipe umum kerangka kerja. Kerangka kerja ini meliputi pengumpulan informasi, penganalisaan informasi untuk elemen kunci cerita (misalnya: waktu, tempat, alur, dan scene/adegan) dan menulis ulang cerita guna menempatkan mereka dalam rangkaian secara kronologis.

5. Berkolaborasi dengan partisipan melalui pelibatan aktif mereka dalam penelitian. Mengingat para peneliti mengumpulkan cerita, maka mereka menegosiasikan hubungan, transisi yang halus, dan menyediakan cara yang berguna bagi partisipan.

Karakteristik kunci naratif

1.  Penelitian Narasi berfokus pada pengalaman individu dan kronologi mereka.
2. Penelitian Narasi menggunakan teknik restorying untuk membangun account narasi berdasarkan data yang dikumpulkan melalui wawancara.
3. Penelitian Narasi menggabungkan konteks dan tempat dalam cerita.
4. Pembangunan narasi selalu melibatkan menanggapi pertanyaan, “Lalu apa yang terjadi?” (James Schreiber dan Kimberly Asner-Self, 2011)

Rabu, 13 Maret 2019

Metode Penelitian Kualitatif

Penelitian Kualitatif

Gambar terkait


       Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalampenelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Definisi penelitian kualitatif menurut para ahli:


1. Format desain penelitian kualitatif terdiri dari tiga model, yaitu format deskriptif, format verifikasi, dan format grounded research. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, yaitu penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat, 1993:89).
2. Menurut Creswell (2010:4) penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan.

3. Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur kuantifikasi, perhitungan statistik, atau bentuk cara-cara lainnya yang menggunakan ukuran angka (Strauss dan Corbin, 1990 dalam Hoepfl, 1997 dan Golafshani, 2003).

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif:

        Perbedaan yang paling mendasar antara penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah alur teori serta data. Di dalam penelitian kuantitatif, penelitian bermula dari teori yang dibuktikan dengan data lapangan. Sebailknya, di dalam penelitian kualitatif, penelitian berangkat dari data lapangan dan menggunakan teori yang sudah ada sebagai pendukung, kemudian hasilnya akan memunculkan teori dari data-data tersebut.

Hasil gambar untuk pendekatan penelitian kualitatif adalah
Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Penelitian Kuantitatif

Karakteristik Penelitian Kualitatif

        Adapun karakteristik penelitian jenis ini adalah sebagai berikut (Sujana dan Ibrahim, 2001: 6-7; Suharsimi Arikunto, 2002: 11-12; Moleong, 2005: 8-11; Johnson, 2005, dan Kasiram, 2008: 154-155).

a. Menggunakan pola berpikir induktif (empiris – rasional atau bottom-up). Metode kualitatif sering digunakan untuk menghasilkan grounded theory, yaitu teori yang timbul dari data bukan dari hipotesis seperti dalam metode kuantitatif

b. Perspektif emic/partisipan sangat diutamakan dan dihargai tinggi. Minat peneliti banyak tercurah pada bagaimana persepsi dan makna menurut sudut pandang partisipan yang diteliti, sehingga bisa menemukan apa yang disebut sebagai fakta fenomenologis.

c. Penelitian jenis kualitatif tidak menggunakan rancangan penelitian yang baku. Rancangan penelitian berkembang selama proses penelitian.

d. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami, mencari makna di balik data, untuk menemukan kebenaran, baik kebenaran empiris sensual, empiris logis, dan empiris logis

e. Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, sumber data yang dibutuhkan, dan alat pengumpul data bisa berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

f. Pengumpulan data dilakukan atas dasar prinsip fenomenologis, yaitu dengan memahami secara mendalam gejala atau fenomena yang dihadapi.

g. Peneliti berfungsi pula sebagai alat pengumpul data sehingga keberadaanya tidak terpisahkan dengan apa yang diteliti.

h. Analisis data dapat dilakukan selama penelitian sedang dan telah berlangsung

i. Hasil penelitian berupa deskripsi dan interpretasi dalam konteks waktu serta situasi tertentu.

j. Penelitian jenis kualitatif disebut juga penelitian alamiah atau inquiri naturalistik.

Hasil gambar untuk pendekatan penelitian kualitatif adalah

Beberapa jenis pendekatan dalam penelitian kualittatif :

1.Fenomenologi
       Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menurut Creswell (dalam Sugiyono, 2014) adalah salah satu jenis pendekatan kualitatif dimana dalam pendekatan jenis ini peneliti melakukan sebuah observasi kepada partisipan untuk mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi dalam hidup partisipan tersebut. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pengumpulan data oleh peneliti yang kemudian diolah untuk menemukan makna dari apa yang telah dikemukakan oleh partisipan. Fenomenologi pada dasarnya bertujuan untuk megetahui secara mendalam mengenai perjalanan hidup seseorang.
Lebih lanjut Daymon (2008) dalam bukunya mengungkapkan bahwa terdapat beberapa macam kajian yang dilakukan dalam metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pertama adalah fenomenologi sosial yaitu penelitian sosial fenomenologi dimana peneliti melakukan penelitian yang berfokus pada tindakan sosial dan pengalaman kelompok. Kedua adalah fenomenologi transendental yang menjelaskan bahwa penelitian ini menekankan pada pengalaman individu seseorang dan yang ketiga adalah fenomenologi hermeneutika yaitu pada penelitian ini peneliti menginterpretasikan teks sesuai dengan konteks budaya, situasi dan sejarah tempat suatu fenomena terjadi.
2.Etnografi (Ethnography)
Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi merupakan salah satu penelitian kualitatif dimana penelitian tersebut mempelajari tentang kelompok sosial ataupun budaya masyarakat secara lebih mendalam yang mengharuskan penelitian bersentuhan langsung dan mengikuti kegiatan keseharian objek yang ditelitinya. Hal tersebut sejalan dengan yang dikemukakan oleh Creswell (dalam Sugiyono, 2014) yang mengatakan bahwa etnografi merupakan penelitian yang melakukan studi terhadao budaya kelompok dalam kondisi alamiah melalui observasi dan wawancara.penelitian etnografi tidak selamanya bekerja di lapangan. Hal tersebut dikemukakan oleh Daymon (2008) yang menjelaskan bahwa penelitian etnografi dapat dilakukan dalam bentuk deskripsi, kisah atau laporan tertulis mengenai suatu kelompok masyarakat yang dihasilkan oleh penelitian yang melewatkan waktu yang cukup panjang, tujuan dari bentuk deskripsi tersebut adalah untuk menggambarkan realitas sosial dalam sebuah kelompok sehingga para pembaca etnografi dapat dengan mudah memahaminya.
3. Studi kasuss (Case study)
Salah satu dari jenis pendekatan yang dikemukakan oleh Creswell adalah studi kasus. Jenis pendekatan studi kasus ini merupakan jenis pendekatan yang digunakan untuk menyelidiki dan memahami sebuah kejadian atau masalah yang telah terjadi dengan mengumpulkan berbagai macam informasi yang kemudian diolah untuk mendapatkan sebuah solusi agar masalah yang diungkap dapat terselesaikan. Susilo Rahardjo & Gudnanto pada tahun 2010 juga menjelaskan bahwa studi kasus merupakan suatu metode untuk memahami individu yang dilakukan secara integrative dan komprehensif agar diperoleh pemahaman yang mendalam tentang individu tersebut beserta masalah yang dihadapinya dengan tujuan masalahnya dapat terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik.
Adapun yang membedakan penelitian dengan pendekatan studi kasus dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif yang lain terdapat pada kedalaman analisisnya pada sebuah kasus tertentu yang lebih spesifik. Analisis dan triangulasi data juga digunakan untuk menguji keabsahan data dan menemukan kebenaran objektif sesungguhnya. Metode ini sangat tepat untuk menganalisis kejadian tertentu di suatu tempat tertentu dan waktu yang tertentu pula.
4. Teori Grounded (Grounded Theory)

Grounded Theory merupakan salah satu jenis pendekatan dalam metode penelitian kualitatif yang pada dasarnya bertujuan untuk menemukan sebuah teori baru yang terkait dengan apa yang diteliti. Umumnya grounded theory membahas tentang ilmu-ilmu di bidang sosial dan metodologi.Raco pada tahun 2010 menjelaskan bahwa dasar filosofi dari grounded theory adalah interaksi simbolik. Interaksi simbolik menyatakan bahwa tindakan manusia selalu bergantung pada arti yang dipahami oleh manusia dalam lingkungannya. Asumsi tersebut kemudian mendorang peneliti yang menggunakan metode grounded theory untuk melihat secara lebih teliti pemahaman terhadap tindakan atau perilaku seseorang.
5. Naratif (Narrative)
Menurut Creswell (dalam Sugiyono, 2014) menjelaskan bahwa penelitian naratif adalah salah satu penelitian kualitatif dimana penelitian tersebut mempelajari tentang seorang individu untuk memperoleh data terkait sejarah perjalanan dalam kehidpun seorang individu tersebut. Selanjutnya data yang telah diperoleh kemudian dibuat dalam bentuk laporan naratif dan kronologis.


Selasa, 12 Maret 2019

Metode Penelitian Kualitatif [ Pendekatan Analisis Wacana ]

Penelitian Analisis Wacana

Gambar terkait


        Analisis wacana adalah sebuah kajian yang menenliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah,baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat. Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan antara teks dan konteks, serta melihat suatu wacana secara fungsional dengan menganalisis tindakan yang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu untuk memberikan makna kepada partisipan yang terlibat. Data yang digunakan dalam analisis wacana yaitu dengan cara berfokus kepada pengkontruksian secara kewacanaan yang meliputi teks tulis yang berupa ragam tulisan, dan teks lisan yang berupa ragam tuturan.

Cara Analisis Wacana

-          Analisis wacana berfokus pada ragam tulisan dan ragam tuturan untuk memahami makna partisipan dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan. Beberapa pendekatan yang digunakan dalam analisis wacana adalah sebagai berikut :
-          Teori wacana Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe adalah penjauhan yang berfokus pada wacana yang mengkonstruk makna dalam dunia sosial karena bahasa tidak stabil dan tidak pernah permananen dan karena itu kita mesti telanjang dan benar-benar bersih.
-          Analisis wacana kritis adalah pendekatan yang menekankan peran aktif wacana dalam mengonstruk perubahan di dunia sosial, karena penggunaan bahasa kongkret berdasarkan kesepakatan masyarakat yang mapan.
-          Psikologi kewacanaan adalah pendekatan yang menganalisis wacana dalam skala besar dan memiliki fokus persoalan khusus pengguna bahasa dalam interaksi sosial yaitu psikologi kewacanaan seseorang dalam suatu masyarakat.

Manfaat Analisis Wacana

A.  Dapat Membantu Masyarakat Dapat Memahami Berbagai Permasalahan Yang Sering Terjadi Sekaligus Mencari Solusinya. Dengan Adanya Analisis Wacana Juga Dapat Membantu Masyarakat Untuk Berpikir Keras Dalam Bisa Akan Menghadapi Berbagai Permasalahan Yang Ada Di Dalam Masyarakat. Contohnya Saja, Kajian Wacana Akan Dapat Membantu Dalam Mendalami Permasalahan Berikut Mencari Solusi Atas Berbagai Masalah Contohnya Banjir Yang Akan Selalu Melanda Ibu Kota Setiap Tahun, Memahami Bursa Pencalonan Presiden, Menangani Permasalahan Yang Berkaitan Dengan Pengemis Yang Akan Menjamur Dimana-Mana, Kemacetan Lalu Lintas, Atau Yang Lain Sebagainya

B.Sebagai Bahan Pertimbangan Untuk Dapat Menentukan Langkah Yang Akan Diambil Dengan Setelah Melihat Fakta Yang Akan Berkembang Di Masyarakat. Dalam Sebuah Analisis Wacana Pasti Didalamnya Terdapat Berbagai Pandangan Yang Akan Didukung Oleh Pemikiran-Pemikiran Yang Logika. Dengan Adanya Bahan Pertimbangan Ini Akan Semakin Mudah Masyarakat Dalam Akam Menentukan Langkah. Contoh Yang Sederhana Yakni, Ketika Seorang Wanita Akan Memilih Produk Kecantikan Cocok Dengan Dirinya Tentu Juga Terdapat Banyak Penawaran Produk Yang Akan Bervariasi Mulai Dari Bentuk Produk, Harga, Ataupun Juga Kualitasnya. Kajian Wacana Ini Akan Banyak Membantu Menganalisis Untuk Menentukan Pilihan Tersebut.

C.Kajian Wacana Juga Dapat Mengungkap Berbagai Fakta, Idealisme Yang Akan Tersirat Dalam Sebuah Wacana Guna Dapat Mengetahui Maksud Atau Tujuan Penulis Wacana Tersebut. Kajian Wacana Ini Yang Terutama Merupakan Manfaat Kajian Wacana Kritis. Kajian Ini Juga Akan Membantu Masyarakat Dalam Memahami Lebih Dalam Berkaitan Dengan Dominasi Kekuasaan Yang Ada Dalam Wacana. Yang Contonya, Dalam Iklan Di Dalamnya Pasti Ada Upaya Untuk Dapat Memengaruhi Pemirsa Maupun Pembaca Untuk Menggunakan Produk/Jasa Tertentu. Dengan Adanya Analisis Wacana Kritis Akan Membantu Masyarakat Untuk Berpikir Secara Lebih Kritis Juga Disertai Berbagai Pertimbangan Yang Matang Agar Tidak Mudah Tergoda Oleh Bujuk Rayu Iklan Yang Bernada Bombastis Tersebut.

D.Membongkar Nilai-Nilai Yang Akan Terkandung Dalam Sebuah Wacana. Nilai-Nilai Ini Tentunya Adalah Nilai-Nilai Kebenaran Yang Sebenarnya, Bukan Sekedar Kamuflase Permainan Bahasa.Tentunya, Masyarakat Akan Dituntun Untuk Memilih Mana Nilai Yang Baik Dan Mana Yang Tidak Akan Sekaligus Mendukung Nilai-Nilai Yang Baik Tersebut Agar Tumbuh Subur Dalam Budaya Masyarakat,Yang Contohnya Nilai Kerukunan, Kebersamaan, Toleransi, Atau Yang Lain Sebagainya.





Senin, 11 Maret 2019

South Sumatera Millennial Road Safety Festival

South Sumatera Millennial Road Safety Festival Palembang

Hasil gambar untuk south sumatra millennial road safety festival palembang

       South Sumatera Millennial Road Safety Festival 2019 yang diselenggarakan pada Hari Sabtu, 9 Maret 2019 di Palembang, Sumatera Selatan ini dilakukan untuk menggugah kesadaran budaya tertib berlalu lintas khususnya di kalangan generasi milenial.Rangkaian kegiatan ini pun beragam, mulai dari deklarasi keselamatan pelopor milenial dan sosialisasi terkait tertib berlalu lintas, penampilan sejumlah artis dan aneka hadiah menarik, aakan ada juga pemecahan Rekor MURI kain jumputan/khas Palembang terpanjang di dunia.

Hasil gambar untuk south sumatra millennial road safety festival palembang

        Acara ini pun dimeriahkan oleh beberapa artis ibu kota yaitu Yura Yuanita, Dj Yasmin, Yuki Kato, Raffi Ahmad. Acara ini pun mengundang ketertarikan masyarakat kota Palembang untuk hadir dan meramaikan. Lantaran itu, khusus untuk acara ini jembatan Ampera pun ditutup dari jam 06:00 sampai jam 11:00, acara pun berjalan lancar namun sayang nya banyak sampah yang berserakan di tengah jalan dan jalanan pun macet diakibatkan beberapa masyarkat yang datang memarkirkan kendaraan nya secara tak beraturan.

Hasil gambar untuk south sumatra millennial road safety festival

Minggu, 10 Maret 2019

Seminar Radio Broadcasting

Seminar Radio Broadcasting Bersama Radio El Shinta dan Genpi Palembang



Hasil gambar untuk seminar radio broadcast elshinta


        Untuk kesekian kali nya STISIPOL Candradimuka Palembang mengadakan Seminar yang menambah wawasan untuk para mahasiswa nya.Seminar kali ini mengusung tema Radio Broadcasting ini berkerjasama dengan Radio News di kota Palembang yaitu, El Shinta. Seminar nya pun dilaksanakan pada tanggal 12 februari 2019 di Aula Ismail Djalili STISIPOL Candradimuka, hampir seluruh mahasiswa STISIPOL Candradimuka jurusan Ilmu Komunikasi semarak mengikuti seminar tersebut. Lantaran tema seminar pun sangat berhubungan langsung dengan mata kuliah, dari seminar ini saya sebagai salah satu peserta seminar pun banyak mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana produksi siaran radio dan siapa saja orang-orang yang ada dibelakang nya. Tak lepas dari itu, ada pula Talk Show Interaktif bersama Genpi Sumsel yang langsung dihadiri oleh ketua umum Genpi yaitu, Sumarni Bayu Anita,S.Sos. MA. Selain itu, ada pula lomba membaca berita yang di jurii langsung oleh anchor senior Elshinta. 

Hasil gambar untuk seminar radio broadcast elshinta